An-Naml
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
فَلَمَّا جَآءَتْهُمْ ءَايَـٰتُنَا مُبْصِرَةً قَالُوا۟ هَـٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ 13
(13) Maka Musa عليه السلام berangkat menuju Fir'aun dan para pembesarnya, lalu mengajak mereka kepada Allah سبحانه وتعالى dan dia mem-perlihatkan kepada mereka mukjizat-mukjizat tersebut,﴾ فَلَمَّا جَآءَتۡهُمۡ ءَايَٰتُنَا مُبۡصِرَةٗ ﴿ "maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami itu sampai kepada mereka dengan jelas," (yaitu) dengan terang yang membuktikan kebenaran dan dengannya kebenaran menjadi sangat jelas sebagaimana pan-dangan mata melihat jelas matahari, ﴾ قَالُواْ هَٰذَا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ﴿ "berkatalah mereka, 'Ini adalah sihir yang nyata'." Tidak cukup bagi mereka seke-dar mengatakan bahwa itu adalah sihir, bahkan mereka mengata-kan, "yang sangat nyata lagi jelas bagi setiap orang!" Ini merupakan hal yang paling mengherankan! Bukti-bukti (mukjizat-mukjizat) yang sangat jelas dan mengungkap kebenaran dianggap kejang-galan yang paling besar dan sihir yang paling nyata. Tidaklah ini melainkan sikap kecongkakan dan alasan yang paling tidak tahu malu!