Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Naml
Surah 27

An-Naml

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 10

وَأَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَـٰمُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّى لَا يَخَافُ لَدَىَّ ٱلْمُرْسَلُونَ 10

(10) ﴾ وَأَلۡقِ عَصَاكَۚ ﴿ "Dan lemparkanlah tongkatmu," maka Musa pun melemparkannya. ﴾ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهۡتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنّٞ ﴿ "Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seakan-akan seekor ular yang gesit," ular jantan yang geraknya cepat, ﴾ وَلَّىٰ مُدۡبِرٗا وَلَمۡ يُعَقِّبۡۚ ﴿ "larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh" karena ketakutan kepa-da ular yang dia lihat sesuai tuntutan tabi'at manusia. Maka Allah berkata kepadaNya, ﴾ يَٰمُوسَىٰ لَا تَخَفۡ ﴿ "Hai Musa, janganlah kamu takut." Pada ayat yang lain Dia berfirman, ﴾ يَٰمُوسَىٰٓ أَقۡبِلۡ وَلَا تَخَفۡۖ إِنَّكَ مِنَ ٱلۡأٓمِنِينَ 31 ﴿ "Hai Musa, datanglah kepadaKu dan janganlah kamu takut. Sesung-guhnya kamu termasuk orang-orang yang aman." (Al-Qashash: 31). ﴾ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ ٱلۡمُرۡسَلُونَ ﴿ "Sesungguhnya Aku, tidaklah orang yang dijadikan rasul takut di hadapanKu," karena seluruh hal-hal yang menakutkan sudah termuat dalam keputusan dan takdirNya dan pengendalian dan perintahNya. Maka, orang-orang yang telah diistimewakan oleh Allah dengan risalah (kerasulan)Nya dan dipi-lihNya untuk menerima wahyuNya maka tidak pantas bagi mereka untuk takut kepada selain Allah, terutama ketika Allah makin dekat kepada mereka dan selangkah akan berbicara dengannya.