Ash-Shu'araa
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ 217
(217) Pendukung terbesar bagi seorang hamba untuk me-lakukan apa yang diperintahkan kepadanya adalah bersandar ke-pada Rabbnya dan memohon pertolongan kepada Tuhannya agar diberi bimbingan dapat mengerjakan perintah. Maka dari itu, Allah سبحانه وتعالى memerintahkan tawakal kepadaNya, seraya berfirman, ﴾ وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ﴿ "Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." Tawakal adalah kepasrahan hati kepada Allah سبحانه وتعالى dalam mencari manfaat dan menolak berbagai marabahaya yang disertai keyakinannya kepada Allah dan berbaik sangka kepadaNya mengenai keberhasilannya meraih cita-cita. Karena sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Dengan keperkasaanNya, Dia kuasa melimpahkan kebaikan dan menolak segala keburukan dari hambaNya, dan dengan rahmatNya, Dia melakukan hal itu.