Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Ash-Shu'araa
Surah 26

Ash-Shu'araa

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 112–115

قَالَ وَمَا عِلْمِى بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ 112 إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّى ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ 113 وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلْمُؤْمِنِينَ 114 إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌ مُّبِينٌ 115

(112-115) Lalu Nuh عليه السلام menjawab, ﴾ وَمَا عِلۡمِي بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ 112 إِنۡ حِسَابُهُمۡ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّيۖ لَوۡ تَشۡعُرُونَ ﴿ "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah me-reka kerjakan? Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Rabbku, kalau kamu menyadari." Maksudnya, amal perbuatan mereka dan perhitungannya adalah tanggung jawab Allah, sedang-kan kewajibanku hanyalah menyampaikan (tabligh), dan biarkan-lah mereka (jangan mencampuri urusan mereka). Jika ajaran yang aku bawa ini yang benar, maka tunduklah kepadanya, dan masing-masing mempunyai amal sendiri-sendiri. ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman." Seakan-akan mereka, (semoga Allah memperburuk mereka), menuntut kepada Nuh agar mengusir orang-orang yang beriman itu karena kecongkakan dan kesombongan mereka (kaum yang tidak beriman) agar mereka mau beriman. Maka Nuh mengatakan, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman." Sebab mereka tidak berhak diusir dan dihina, melainkan mereka lebih berhak dihormati, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَإِذَا جَآءَكَ ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِـَٔايَٰتِنَا فَقُلۡ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡۖ كَتَبَ رَبُّكُمۡ عَلَىٰ نَفۡسِهِ ٱلرَّحۡمَةَ ﴿ "Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah, 'Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu.' Rabbmu telah menetapkan atas diriNya kasih sayang." (Al-An'am: 54). ﴾ إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٞ ﴿ "Tidaklah aku (ini) melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan." Maksudnya, aku ini hanyalah seorang pemberi peringatan dan penyampai dari Allah dan seorang yang bersung-guh-sungguh di dalam memberikan nasihat kepada manusia, dan aku sama sekali tidak memiliki urusan sedikit pun, karena sesung-guhnya urusannya adalah milik Allah.