Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Furqaan
Surah 25

Al-Furqaan

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 34

ٱلَّذِينَ يُحْشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ أُو۟لَـٰٓئِكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَأَضَلُّ سَبِيلًا 34

(34) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang keadaan kaum musy-rikin yang mendustakan RasulNya dan (betapa) buruknya tempat akhir mereka, dan bahwa mereka ﴾ يُحۡشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "akan dihim-punkan dengan diseret di atas mukanya," dalam pemandangan yang paling buruk dan penglihatan yang paling keji; mereka diseret dan digelandang oleh para malaikat azab ﴾ إِلَىٰ جَهَنَّمَ ﴿ "ke Neraka Jahanam" yang penuh dengan semua bentuk azab dan hukuman. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itulah," orang-orang yang sedemikian keadaannya itu ada-lah ﴾ شَرّٞ مَّكَانٗا ﴿ "orang-orang yang paling buruk tempatnya," daripada orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan RasulNya, ﴾ وَأَضَلُّ سَبِيلٗا ﴿ "dan paling sesat jalannya." Ini termasuk dalam kategori menggunakan af`al tafdhil (superlatif) pada kalimat yang pada bagian lain tidak ada sesuatu pun darinya. Sebab, sesungguhnya orang-orang Mukmin itu terbaik tempat tinggal dan tempat per-istirahatannya, dan mereka di dunia telah menelusuri petunjuk jalan yang lurus, sedangkan di akhirat dapat mencapai surga, negeri kenikmatan.