Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Noor
Surah 24

An-Noor

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 12

لَّوْلَآ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا۟ هَـٰذَآ إِفْكٌ مُّبِينٌ 12

(12) Kemudian Allah memberikan petunjuk kepada para hambaNya bila mendengar perkataan seperti ini. FirmanNya, ﴾ لَّوۡلَآ إِذۡ سَمِعۡتُمُوهُ ظَنَّ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ بِأَنفُسِهِمۡ خَيۡرٗا ﴿ "Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu, orang-orang Mukminin dan Mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri," maksudnya kaum Mukminin me-nyangka sebagian mereka dengan prasangka yang baik, yaitu bebas dari tuduhan mereka. Sesungguhnya keimanan yang mereka punya akan menyingkirkan tuduhan dusta yang batil tentang mereka. ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka mengatakan," karena prasangka tersebut, ﴾ سُبۡحَٰنَكَ ﴿ "Mahasuci Engkau," yakni untuk menyucikanMu dari segala keje-lekan serta menyucikanMu dari penetapan ujian kepada hamba-hambaMu yang setia dengan segala perbuatan yang keji. ﴾ هَٰذَآ إِفۡكٞ مُّبِينٞ ﴿ "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata," maksudnya dusta dan kebohongan termasuk perkara yang paling besar dan paling jelas. Ini adalah prasangka yang wajib dilakukan tatkala seorang Mukmin mendengar saudaranya seiman tertimpa tuduhan sema-cam ini, menjauhkannya dari lisannya dan mendustakan orang yang telah melontarkan itu.