Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Muminoon
Surah 23

Al-Muminoon

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 109

إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٌ مِّنْ عِبَادِى يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ 109

(109) Selanjutnya, Allah menceritakan kondisi yang menye-ret mereka kepada siksa dan menghentikan curahan rahmat Allah dari mereka. Allah berfirman, ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٞ مِّنۡ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰحِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa (di dunia), 'Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik'." Orang-orang itu telah menggabungkan antara ke-imanan yang menuntut amalan-amalan baik dan pemanjatan doa kepada Rabb mereka untuk mendapatkan ampunan, rahmat dan perantaraan (tawasul) kepadaNya melalui keyakinan terhadap rububiyah Allah dan anugerahNya bagi mereka berupa iman serta pemberitahuan betapa luasnya rahmat dan meratanya curahan ke-baikanNya. Dalam ucapan mereka ini terkandung penjelasan yang menunjukkan ketundukan, kekhusyuan, ketidakberdayaan mereka dan rasa takut serta harapan mereka kepada Rabb mereka. Mereka itu adalah para pembesar dan tokoh-tokoh dari kalangan umat manusia.