Al-Anbiyaa
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
ثُمَّ نُكِسُوا۟ عَلَىٰ رُءُوسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هَـٰٓؤُلَآءِ يَنطِقُونَ 65
(65) Hanya saja, mereka tidak terus dalam kondisi ini. Akan tetapi, ﴾ نُكِسُواْ عَلَىٰ رُءُوسِهِمۡ ﴿ "kemudian kepala mereka jadi tertunduk," maksudnya kondisi mereka telah berubah drastis, akal-akal mereka sudah tidak normal lagi, daya pikir mereka telah mengalami pe-nyimpangan. Sehingga berkata kepada Ibrahim,﴾ لَقَدۡ عَلِمۡتَ مَا هَٰٓؤُلَآءِ يَنطِقُونَ 65 ﴿ "Sesungguhnya engkau (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara," bagaimana bisa engkau menyalahkan dan mengolok-olok kami, serta memerintahkan kami untuk bertanya kepada patung-patung tersebut. Padahal engkau tahu bahwa mereka tidak mampu berkata-kata?