Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Taa-Haa
Surah 20

Taa-Haa

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 25

قَالَ رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى 25

(25) Saat itulah Musa mengetahui bahwa dia telah me-ngemban beban yang sangat berat sekali, diutus ke penguasa yang bertangan besi lagi keras kepala ini, yang tidak mempunyai tan-dingan di Mesir. Sementara Musa hanya seorang diri saja, dan pernah menjadi penyebab kematian (seseorang di sana). Kemudian, beliau menyambut perintah Rabbnya dan menerimanya dengan hati terbuka dan tulus. Beliau memohon pertolongan kepadaNya dan kemudahan sebab kausalitas yang menjadi kesempurnaan dakwahnya. Beliau berkata, ﴾ رَبِّ ٱشۡرَحۡ لِي صَدۡرِي 25 ﴿ "Ya Rabbku, lapang-kanlah untukku dadaku," maksudnya luaskan dan lapangkanlah dadaku untuk menanggung beban perkataan dan tindakan yang tidak baik dan hatiku tidak menjadi kacau karenanya serta tidak merasa sempit. Sesungguhnya hati bila telah menyempit, niscaya pemiliknya tidak pantas mengemban misi memberi petunjuk dan mendakwahi manusia. Allah berfirman kepada NabiNya Muhammad, ﴾ فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ ﴿ "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkankan diri dari sekelilingmu." (Ali Imran: 159), semoga manusia menerima kebenaran melalui kelembutan sikap dan kelapangan dada serta keterbukaannya bersama mereka.