Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Taa-Haa
Surah 20

Taa-Haa

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 18

قَالَ هِىَ عَصَاىَ أَتَوَكَّؤُا۟ عَلَيْهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَىٰ غَنَمِى وَلِىَ فِيهَا مَـَٔارِبُ أُخْرَىٰ 18

(18) Musa berkata, ﴾ هِيَ عَصَايَ أَتَوَكَّؤُاْ عَلَيۡهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَىٰ غَنَمِي ﴿ "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengan-nya untuk kambingku." Beliau menyebutkan dua kegunaannya. Satu manfaat bagi manusia, yaitu beliau bersandar padanya saat berdiri dan berjalan. Padanya terdapat bantuan dan manfaat bagi bina-tang-binatang ternak. Yaitu, saat beliau sedang menggembalakan kambing, jika sedang menggembalakannya di pepohonan Khabath (yang berdaun rimbun) atau pohon lain yang serupa, beliau meng-gerak-gerakkannya. Maksudnya, beliau memukuli pohon itu, supaya daun-daunnya rontok. Kambing pun memakannya. Ini perilaku yang baik dari Musa عليه السلام yang di antara pengaruhnya, adalah kecakapan dalam menggembalakan binatang ternak dan bersikap baik kepadanya yang menandakan inayah (perhatian) Allah, peng-istimewaan dan pengkhususan baginya yang dituntut oleh rahmat Allah dan hikmahNya (padanya). ﴾ وَلِيَ فِيهَا مَـَٔارِبُ ﴿ "Dan bagiku ada lagi keperluan padanya," maksudnya fungsi-fungsi ﴾ أُخۡرَىٰ ﴿ "yang lain," selain dua kegunaan ini. Di antara etika Nabi Musa عليه السلام, bahwa Allah, ketika bertanya kepadanya tentang apa yang ada di tangan kanannya dengan per-tanyaan yang mungkin mengarah kepada tangan itu sendiri atau manfaatnya, maka beliau menjawab dengan keterangan tentang tangan itu sendiri dan manfaatnya.