Taa-Haa
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَلَقَدْ عَهِدْنَآ إِلَىٰٓ ءَادَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُۥ عَزْمًا 115
(115) Maksudnya, Kami sungguh telah berwasiat kepada Adam dan memerintahkannya serta mengikatnya dengan sebuah janji untuk dia laksanakan. Adam memeganginya, tunduk dan patuh, dan bertekad menjalankannya. Meskipun demikian, Adam lupa atas perintah yang terarah kepadanya. Tekad bajanya pun telah hilang. Maka terjadilah peristiwa itu, sehingga menjadi bahan pelajaran bagi keturunan-keturunannya. Dan tabiat-tabiat mereka pun menyerupai tabiat Adam. Beliau lupa, maka keturunannya pun mengalami hal yang sama. Beliau berbuat kekeliruan dan keturunannya juga melakukan kesalahan. Beliau tidak bertahan lama berada dalam ketekadan yang kuat, dan keturunannya pun demikian. Beliau bersegera untuk bertaubat dari kesalahannya, mengiyakan, dan mengakuinya, maka dosanya diampuni. Dan ba-rangsiapa meniru ayahnya, niscaya dia tidak sedang berbuat aniaya.