Al-Baqara
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
قُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ 38
(38) Allah mengulangi kata menurunkan agar tersambung jelas dengan apa yang disebutkan berikutnya yaitu FirmanNya, ﴾ فَإِمَّا يَأۡتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدٗى ﴿ "Kemudian jika datang petunjukKu kepadamu," yakni di waktu dan zaman apa pun petunjukKu datang kepadamu wahai sekalian makhluk, berupa seorang Rasul dan sebuah kitab suci yang menunjukkan kalian kepada perkara yang mendekatkan kalian kepadaKu dan kepada ridhaKu; maka barangsiapa di antara kalian yang mengikuti petunjukKu, yaitu dengan beriman kepada RasulKu dan kitabKu lalu mengambil petunjuk dari mereka, dan hal tersebut direalisasikan dengan membenarkan segala kabar-kabar para Rasul dan kitab-kitab, dan menunaikan perintah-perin-tah dan menjauhi larangan-larangan (di dalamnya),﴾ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ﴿ "niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati." Dan dalam ayat yang lain, ﴾ فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشۡقَىٰ 123 ﴿ "Maka barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, maka ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka." (Thaha: 123). Allah mengimplikasikan bagi orang yang mengikuti petun-jukNya empat perkara: Menghilangkan "kekhawatiran" dan "kesedihan," dan perbe-daan antara keduanya adalah bahwasanya suatu hal yang dibenci apabila telah berlalu, mengakibatkan kesedihan namun apabila hal itu adalah sesuatu yang ditunggu, maka mengakibatkan kekha-watiran, oleh karena itu Allah menghilangkan kedua hal itu dari orang yang mengikuti petunjuk, lalu apabila kedua hal tersebut telah hilang, niscaya terjadilah yang kebalikan dari keduanya yaitu rasa aman yang sempurna.