Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Baqara
Surah 2

Al-Baqara

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 30

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ 30

(30) Ini adalah permulaan penciptaan Nabi Adam عليه السلام, bapak moyang manusia dan keutamaan beliau, dan bahwasanya Allah تعالى ketika ingin menciptakannya, Allah mengabarkan kepada para malaikat tentang hal tersebut, dan bahwasanya Allah تعالى menjadikannya sebagai khalifah di bumi, lalu para malaikat عليه السلامberkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dengan kemak-siatan-kemaksiatan dan menumpahkan darah?" Hal ini merupakan uraian secara khusus setelah disebutkan secara umum demi men-jelaskan besarnya kerusakan akibat pembunuhan itu. Dan hal itu adalah sebatas dugaan para malaikat, bahwasanya khalifah yang akan diciptakan di bumi itu akan melakukan hal-hal yang mereka sebutkan, lalu mereka menyucikan Sang Pencipta dari hal itu semua dan mengagungkanNya, kemudian mereka mengungkapkan bah-wasanya mereka dalam setiap kondisi selalu beribadah kepadaNya tanpa berbuat kerusakan, maka mereka berkata, ﴾ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ ﴿ "Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memujiMu," maksudnya, kami menyucikanMu dengan segala kesucian yang sesuai dengan segala pujian dan keagunganMu, ﴾ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ ﴿ "dan menyucikanMu." Kemungkinan artinya adalah menyucikanMu, jadi huruf lam me-ngandung maksud pengkhususan dan keikhlasan, atau mungkin juga dapat berarti kami menyucikan diri kami karenaMu yaitu membersihkannya dengan cara menghiasinya dengan akhlak-akhlak yang mulia, seperti mencintai Allah, takut kepadaNya, dan mengagungkanNya, dan membersihkannya dari akhlak-akhlak yang hina. Selanjutnya ﴾ قَالَ ﴿ "Dia berkata," yakni, Allah berkata kepada malaikat, ﴾ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ ﴿ "Sesungguhnya Aku mengetahui," dari khalifah ini, ﴾ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "apa yang kamu tidak ketahui," karena perkataan kamu adalah menurut apa yang kamu sangkakan, sedangkan Aku mengetahui yang nampak maupun yang tersembunyi, dan Aku mengetahui bahwasanya kebaikan yang diperoleh dari penciptaan khalifah ini adalah lebih besar berlipat ganda sekalipun termasuk di dalamnya ada pula keburukan-keburukan. Dan sekiranya saja dalam hal itu tidak ada kebaikan kecuali bahwa Allah hendak memilih di antara mereka para Nabi, orang-orang shiddiq, para syuhada, dan orang-orang yang shalih, juga agar ayat-ayat Allah nampak jelas bagi makhluk, lalu penyembahan kepada Allah menjadi ada yang tidak mungkin ada tanpa penciptaan khalifah tersebut seperti berjihad atau lain-lainnya, dan agar nampak se-suatu yang dirahasiakan oleh insting orang-orang yang mukallaf, berupa kebaikan maupun kejahatan dengan ujian, dan agar jelas antara musuhNya dari waliNya dan golonganNya dari yang meme-rangiNya, dan agar nampak pula apa yang tersirat oleh jiwa iblis dari kejahatan yang terpatri padanya dan menjadi karakternya, niscaya itu semua sudah cukup sebagai hikmah-hikmah yang agung yang tidak perlu mencari hikmah selainnya.