Al-Baqara
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
يَكَادُ ٱلْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَـٰرَهُمْ ۖ كُلَّمَآ أَضَآءَ لَهُم مَّشَوْا۟ فِيهِ وَإِذَآ أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا۟ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَـٰرِهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ 20
(20) ﴾ كُلَّمَآ أَضَآءَ لَهُم ﴿ "Setiap kali kilat itu menyinari mereka," yakni kilat dalam kegelapan-kegelapan tersebut, ﴾ مَّشَوۡاْ فِيهِ وَإِذَآ أَظۡلَمَ عَلَيۡهِمۡ قَامُواْۚ ﴿ "mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti," yakni, mereka diam. Seperti itulah kondisi orang-orang munafik ketika mereka mendengarkan al-Qur`an, perintah-perintahnya, larangan-larangannya, janji dan ancamannya. Mereka meletakkan jari jemari mereka pada telinga-telinga mereka dan mereka berpaling dari perintahnya, larangannya, janjinya dan ancamannya, lalu ancamannya mengusik mereka, janji-janjinya mengganggu mereka, dan mereka berpaling darinya dengan sekuat tenaga, hingga membuat mereka lebih kokoh, mereka membenci-nya seperti seorang yang terkena hujan dan ia mendengar guruh lalu meletakkan jari jemarinya pada kedua telinganya karena takut dari kematian. Orang seperti ini masih mempunyai kemungkinan memperoleh keselamatan, adapun orang-orang munafik, dari manakah mereka memperoleh keselamatan, padahal Allah تعالى mengawasi mereka, baik dengan Kuasa maupun ilmuNya, dan mereka tidak akan lepas dariNya dan tidak mampu melemahkan-Nya, bahkan Dia akan mencatat perbuatan-perbuatan mereka lalu kelak akan memberikan balasan atasnya dengan balasan yang setimpal. Dan ketika mereka diuji dengan ketulian, kebutaan, dan kebisuan maknawi serta tertutupnya pintu-pintu keimanan bagi mereka, Allah berfirman, ﴾ وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمۡعِهِمۡ وَأَبۡصَٰرِهِمۡۚ ﴿ "Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka" yaitu yang bersifat nyata. Ini merupakan sebuah tindakan agar mereka takut, dan peringatan dari hukuman dunia, agar me-reka berhati-hati lalu mengambil pelajaran dari sebagian kejahatan dan kemunafikan mereka. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." Dia tidaklah lemah terhadap apa pun, dan di antara KuasaNya adalah bahwa apabila Dia menghendaki sesuatu, niscaya Dia lakukan, tanpa ada yang bisa menghalangi dan tanpa ada yang bisa merintangi. Dalam ayat ini dan ayat-ayat yang semisalnya ada sebuah jawaban terhadap golongan al-Qadariyah yang berpendapat bah-wasanya perbuatan-perbuatan mereka tidaklah termasuk dalam Kuasa Allah تعالى, karena perbuatan-perbuatan mereka termasuk bagian dari hal-hal yang masuk dalam FirmanNya, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu."