Maryam
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُۥ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِۦ مَرْضِيًّا 55
(55) ﴾ وَكَانَ يَأۡمُرُ أَهۡلَهُۥ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ ﴿ "Dan dia menyuruh keluarganya untuk melaksanakan shalat dan menunaikan zakat," maksudnya, Isma'il melaksanakan perintah Allah pada keluarganya. Dia menyuruh keluarganya melaksanakan shalat yang memuat unsur keikhlasan kepada Dzat yang diibadahi, dan menyuruh keluarganya menge-luarkan zakat yang mengandung perbuatan baik kepada sesama manusia. Jadi, dia telah menyempurnakan dirinya dan menyem-purnakan orang lain. Terutama orang terdekatnya yaitu keluarga. Karena merekalah orang yang paling berhak untuk menerima dakwahnya dibandingkan dengan yang lain. ﴾ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِۦ مَرۡضِيّٗا 55 ﴿ "Dan dia adalah orang yang diridhai di sisi Rabbnya." Ini disebabkan oleh ketaatannya dan kesungguhannya dalam perkara-perkara yang diridhai Allah. Maka, Allah meridhainya dan memasukkannya ke dalam deretan hambaNya yang paling unggul dan waliNya yang dekat dengan Allah. Allah meridhainya, dan dia pun ridha kepada Rabbnya.