Al-Kahf
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا 2
(2) FirmanNya, ﴾ لِّيُنذِرَ بَأۡسٗا شَدِيدٗا مِّن لَّدُنۡهُ ﴿ "Untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah," maksudnya, untuk memperingatkan (para hamba) dengan al-Qur`an ini terhadap hukuman yang ada di sisiNya. Maksudnya, ketetapan dan keputus-an Allah bagi orang yang menyelisihi perintahNya. Hukuman ini meliputi hukuman di dunia dan akhirat. Peringatan ini juga merupa-kan salah satu kenikmatanNya, yaitu Allah menakut-nakuti hamba-hambaNya dan memperingatkan mereka dari hal-hal yang mencela-kakan dan membinasakan mereka. Sebagaimana Firman Allah tat-kala Dia menyebutkan sifat neraka dalam al-Qur`an, ﴾ ذَٰلِكَ يُخَوِّفُ ٱللَّهُ بِهِۦ عِبَادَهُۥۚ يَٰعِبَادِ فَٱتَّقُونِ 16 ﴿ "Demikianlah Allah menakut-nakuti hamba-hambaNya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepadaKu hai hamba-hambaKu." (Az- Zumar: 16). Termasuk (cermin) kasih sayang Allah kepada para hamba-Nya, adalah Allah menetapkan hukuman-hukuman yang keras bagi orang yang menyelisihi perintahNya, menjelaskannya kepada me-reka dan menerangkan faktor-faktor yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam hukuman. ﴾ وَيُبَشِّرَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرًا حَسَنٗا 2 ﴿ "Dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal shalih, bahwa mereka akan mendapatkan pembalasan yang baik," maksud-nya, dan Allah menurunkan kepada hambaNya, (Muhammad) al-Qur`an supaya dia menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman kepada Allah, para RasulNya dan kitab-kitab-Nya, yang keimanan mereka telah sempurna. Maka keimanan ter-sebut telah mewajibkan amal-amal shalih bagi mereka. Yaitu, ama-lan-amalan wajib dan mustahab yang memadukan antara keikhlas-an dan mutaba’ah (mengikuti petunjuk Rasulullah). ﴾ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرًا حَسَنٗا 2 ﴿ "Bahwa mereka akan mendapatkan pembalasan yang baik," yaitu pahala yang Allah tetapkan karena keimanan dan amal kebajikan (mereka). Pahala yang paling agung dan paling mulia adalah kemenangan meraih keridhaan Allah dan masuk surga yang di dalamnya (penuh kenikmatan) yang belum pernah dilihat indra mata, belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas di hati manusia. Penyebutan sifat 'yang baik' menan-dakan tidak ada unsur yang mengotorinya, tidak pula mengurangi kesempurnaannya sama sekali. Sebab, seandainya dijumpai hal-hal itu, sedikit saja padanya, niscaya kebaikannya tidaklah sempur-na.