Al-Israa
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَكُلَّ إِنسَـٰنٍ أَلْزَمْنَـٰهُ طَـٰٓئِرَهُۥ فِى عُنُقِهِۦ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ كِتَـٰبًا يَلْقَىٰهُ مَنشُورًا 13 ٱقْرَأْ كِتَـٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ ٱلْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا 14
(13-14) Ini merupakan pemberitahuan tentang kesempurnaan keadilan Allah; bahwasanya Dia menetapkan amal perbuatan pada setiap orang (sebagaimana kalung yang menempel) pada lehernya. Maksudnya, setiap amal perbuatan yang dikerjakan, baik ataupun buruk, niscaya Allah menetapkan (ganjarannya) pada pelakunya, tidak akan berpindah kepada orang lain. Ia tidak akan dihisab ber-dasarkan amal orang lain. (Begitu pula) orang lain pun tidak dimintai pertanggungjawaban berdasarkan amalan orang tadi. ﴾ وَنُخۡرِجُ لَهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ كِتَٰبٗا يَلۡقَىٰهُ مَنشُورًا ﴿ "Kami keluarkan baginya pada Hari Kiamat sebuah Kitab yang dijumpainya terbuka." Di dalamnya terdapat segala sesuatu yang pernah dia kerjakan berupa kebaikan dan keburukan, baik yang besar maupun kecil. Kemudian dikatakan kepadanya, ﴾ ٱقۡرَأۡ كِتَٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفۡسِكَ ٱلۡيَوۡمَ عَلَيۡكَ حَسِيبٗا ﴿ "Bacalah kitabmu. Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu." Inilah bentuk keadilan dan keobyek-tifan terbesar, manakala dikatakan kepada seorang hamba, "Hisablah dirimu sendiri." Supaya dia mengetahui fakta dosa yang ada pada dirinya yang mendatangkan azab. 9