An-Nahl
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
أَفَأَمِنَ ٱلَّذِينَ مَكَرُوا۟ ٱلسَّيِّـَٔاتِ أَن يَخْسِفَ ٱللَّهُ بِهِمُ ٱلْأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ ٱلْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ 45 أَوْ يَأْخُذَهُمْ فِى تَقَلُّبِهِمْ فَمَا هُم بِمُعْجِزِينَ 46 أَوْ يَأْخُذَهُمْ عَلَىٰ تَخَوُّفٍ فَإِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ 47
(45-47) Ini adalah intimidasi dari Allah terhadap orang-orang yang kufur, mendustakan dan suka berbuat berbagai jenis maksiat berupa siksaan yang Allah timpakan kepada mereka dalam kelengahan mereka tanpa mereka sadari, baik dengan menimpakan siksa pada mereka dari arah atas atau dari arah bawah mereka dengan cara menenggelamkan bumi atau bentuk lainnya. Atau saat mereka mondar-mandir, sibuk, tanpa terbetik datangnya siksaan pada benak mereka. Atau manakala mereka dirundung rasa takut oleh siksa. Mereka tidak mampu melumpuh-kan Allah dalam setiap kondisi di atas. Mereka itu berada di bawah genggamanNya. Ubun-ubun mereka berada di TanganNya. Akan tetapi, Dia Maha Pemurah lagi Penyayang, tidak menyegerakan siksa pada orang-orang yang berbuat maksiat. Bahkan memberikan penangguhan bagi mereka dan memaafkan mereka dan tetap men-curahkan rizki kepada mereka. Sementara itu, mereka masih saja menyakiti Allah dan mengganggu wali-waliNya. Walaupun de-mikian (sepak-terjang mereka), Allah masih membukakan pintu taubat bagi mereka, mengajak mereka untuk meninggalkan per-buatan-perbuatan jelek yang membahayakan mereka, dan memberi-kan janji kepada mereka dengan kemuliaan yang paling tinggi dan ampunan atas dosa-dosa yang berasal dari mereka. Hendaknya orang-orang jahat malu kepada Rabbnya, ketika nikmat-nikmat-Nya senantiasa terkucurkan pada dirinya setiap (detik), sedangkan maksiat-maksiatnya selalu mengarah kepada Rabbnya setiap waktu. Hendaknya dia mengetahui bahwasanya Allah sedang memberikan penangguhan, bukan mengesampingkannya. Bila Allah mulai menyiksa orang yang bermaksiat, maka Dia menyiksanya dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Mestinya dia bertaubat kepadaNya dan kembali dalam seluruh urusannya kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bersegeralah, bersegeralah menjemput rahmat Allah yang luas dan kebaikanNya yang merata, dan meniti jalan-jalan yang meng-hubungkan kepada kemurahan Allah, Rabb Yang Maha Pengasih. Ketahuilah, itu adalah ketakwaan kepadaNya dan mengamalkan amalan yang Dia cintai dan ridhai.