An-Nahl
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
ٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ 42
(42) Kemudian Allah menyebutkan sifat-sifat para kekasih-Nya (para waliNya) dengan berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ ﴿ "(yaitu) orang-orang yang sabar," dalam (melaksanakan) perintah-perintah Allah dan larangan-laranganNya, sabar atas takdir-takdir Allah yang tidak mengenakkan dan bersabar atas gangguan dan cobaan-cobaan. ﴾ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ ﴿ "Dan hanya kepada Rabb saja mereka bertawakal," mak-sudnya bersandar kepadaNya dalam menjalankan hal-hal yang di-cintaiNya, tidak bersandar pada diri mereka sendiri. Dengan ini, urusan-urusan mereka lancar dan kondisi-kondisi mereka stabil. Sesungguhnya kesabaran dan tawakal adalah kekuatan segala per-kara. Tidaklah ada kebaikan yang lepas dari seseorang melainkan pasti lantaran ketidaksabarannya dan tidak adanya pengerahan kemampuan untuk mewujudkan apa yang diinginkannya atau tidak bertawakal dan berserah diri kepadaNya.