An-Nahl
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
أَفَمَن يَخْلُقُ كَمَن لَّا يَخْلُقُ ۗ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ 17
(17) Setelah Allah تعالى menyampaikan tentang makhluk-makhluk ciptaanNya yang besar dan kenikmatan-kenikmatan yang Allah limpahkan, maka Dia menyebutkan bahwa tidak ada satu pun makhluk yang menyerupaiNya, tiada padanan dan tandingan bagiNya. Dia berfirman, ﴾ أَفَمَن يَخۡلُقُ ﴿ "Maka, apakah (Allah) yang men-ciptakan," seluruh makhluk ciptaan, dan Dia Mahakuasa melaksa-nakan apa yang dikehendakiNya, ﴾ كَمَن لَّا يَخۡلُقُۚ ﴿ "sama dengan yang tidak dapat menciptakan," apa pun, sedikit mau pun banyak. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran," sehingga kalian pun menyadari bahwa satu-satunya Dzat yang menciptakan itu adalah Dzat yang paling berhak menerima seluruh ibadah. Se-bagaimana halnya Allah Maha Esa dalam penciptaan dan pengatur-an, maka Dia juga Maha Esa dalam penyembahan, pengesaan, dan peribadahan. Seperti halnya, Dia tidak memiliki sekutu, saat men-ciptakan kalian dan orang lainnya, maka jangan sekali-kali kalian menjadikan tandingan-tandingan bagiNya dalam peribadahan kepadaNya. Bahkan, murnikanlah ibadah bagiNya semata.