Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Nahl
Surah 16

An-Nahl

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 119

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُوا۟ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَـٰلَةٍ ثُمَّ تَابُوا۟ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوٓا۟ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ 119

(119) Ini merupakan anjuran bagi para hamba untuk ber-taubat kepada Allah dan ajakan bagi mereka untuk kembali (kepada Allah). Dia mengabarkan bahwa siapa saja yang berbuat keburukan, ﴾ بِجَهَٰلَةٖ ﴿ "karena kebodohannya," maksudnya bodoh pada akibat buruk yang akan dia petik, meskipun dia sengaja melakukannya, maka sesungguhnya pasti ilmu yang ada di dalam hatinya berkurang saat berbuat dosa. Bila dia bertaubat dan memperbaiki diri, dengan meninggalkan dosa dan menyesalinya serta memperbaiki amalnya, maka sesungguhnya Allah akan mengampuninya dan merahmati-nya serta menerima taubatnya dan mengembalikan dirinya kepada keadaan semula atau lebih tinggi.