An-Nahl
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُۥ بَشَرٌ ۗ لِّسَانُ ٱلَّذِى يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِىٌّ وَهَـٰذَا لِسَانٌ عَرَبِىٌّ مُّبِينٌ 103
(103) Allah تعالى mengabarkan mengenai komentar kaum musyrikin yang mendustakan RasulNya, ﴾ أَنَّهُمۡ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُۥ ﴿ "Bahwa mereka berkata, 'Sesungguhnya al-Qur`an itu diajarkan kepadanya (Mu-hammad)'," maksudnya kitab yang ia bawa ini (diajarkan oleh) ﴾ بَشَرٞۗ ﴿ "seorang manusia," padahal orang yang mereka maksud adalah ber-bahasa A'jam. ﴾ وَهَٰذَا ﴿ "Sedang ini," yaitu al-Qur`an ﴾ لِسَانٌ عَرَبِيّٞ مُّبِينٌ ﴿ "adalah dalam Bahasa Arab yang terang," apakah ucapan semacam ini mungkin terjadi atau masih mengandung sisi kebenaran? Akan tetapi, seorang pendusta hanya ingin berbohong, tanpa berpikir tentang muara omongan dustanya. Karena itu, dalam ungkapan-nya terkandung unsur saling bertolak belakang dan kerusakan yang mengharuskan penolakannya, dengan hanya mengimajinasikan faktanya (yang tidak mungkin terjadi).