Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Ibrahim
Surah 14

Ibrahim

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 36

رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ فَمَن تَبِعَنِى فَإِنَّهُۥ مِنِّى ۖ وَمَنْ عَصَانِى فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ 36

(36) Kemudian Allah menyebutkan alasan kekhawatiran Nabi Ibrahim terhadap praktik kesyirikan pada diri dan anak-keturunan-nya, yaitu banyaknya orang yang terfitnah dan tergoda oleh per-ibadahan syirik. Dia berkata, ﴾ رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضۡلَلۡنَ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلنَّاسِۖ ﴿ "Ya Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia", mereka tersesat disebabkannya ﴾ فَمَن تَبِعَنِي ﴿ "maka barang-siapa mengikutiku", sesuai kandungan risalah yang aku bawa, berupa tauhid dan ikhlas kepada Allah Rabb semesta alam ﴾ فَإِنَّهُۥ مِنِّيۖ ﴿ "maka sesungguhnya dia termasuk golonganku", lantaran integritasnya dalam mengikuti. Barangsiapa mencintai suatu kaum, niscaya akan meng-ikuti mereka, dan bergabung dengan mereka. ﴾ وَمَنۡ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", ungkapan ini menjadi bukti rasa iba Ibrahim عليه السلام (kepada anak cucunya) di mana beliau ber-doa bagi orang yang bermaksiat agar mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah. Allah سبحانه وتعالى lebih sayang daripada Ibrahim kepada para hamba Allah, tidak menyiksa kecuali orang yang keras kepala (dalam maksiat).