Yusuf
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
قُلْ هَـٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِى ۖ وَسُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ 108
(108) Allah berfirman kepada NabiNya Muhammad, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", kepada manusia ﴾ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ ﴿ "Inilah jalanku (agamaku)", yaitu jalanku yang aku mengajak (orang) ke sana. Ia adalah lintasan yang mengantarkan menuju kepada Allah dan menuju tempat ke-muliaanNya, yang mengandung adanya pengetahuan tentang ke-benaran dan pengamalannya serta lebih mendahulukan kebenaran itu (daripada segala sesuatu), memurnikan agama hanya untuk Allah semata, tiada sekutu bagiNya. ﴾ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Aku mengajak (kamu) kepada Allah", maksudnya aku menganjurkan umat manusia dan para hamba untuk berjalan menuju Rabb mereka, dan aku meng-himbau mereka untuk me-nyambutnya dan memperingatkan mereka dari perkara-perkara yang menjauhkan mereka dariNya. Ditambah lagi, bahwa aku ﴾ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ ﴿ "(mengajak) dengan hujjah yang nyata", yang berasal dari aga-maku. Maksudnya, aku bertumpu pada ilmu dan keyakinan tanpa ada unsur syak, kebimbangan dan keraguan. Begitu pula, ﴾ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِيۖ ﴿ "orang-orang yang mengikutiku", mereka mengajak kepada Allah se-bagaimana aku mengajak berdasarkan hujjah yang nyata tentang urusan (yang mereka dakwahkan). ﴾ وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ ﴿ "Mahasuci Allah", dari hal-hal yang dinisbatkan kepada Allah dari sesuatu yang tidak pantas dengan keagungannya atau menafikan kesempurnaanNya. ﴾ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ﴿ "Dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik", pada semua urusanku. Bahkan aku hanya menyembah Allah dengan memurnikan agama bagiNya.