Al-Faatiha
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ 6
Kemudian Allah تعالى berfirman,
(6) ﴾ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ﴿ "Tunjukilah kami jalan yang lurus." Mak-sudnya, tuntunlah kami, bimbinglah kami, dan arahkan kami kepada jalan yang lurus, yaitu jalan yang sangat jelas yang meng-hantarkan kepada Allah dan kepada surgaNya, yaitu mengetahui kebenaran dan melaksanakannya. Tunjukilah kami kepada jalan tersebut dan juga tunjukilah kami di jalan itu. Maka petunjuk kepada jalan adalah konsisten terhadap agama Islam dan mening-galkan agama-agama selainnya. Petunjuk kepada jalan meliputi petunjuk kepada seluruh perincian-perincian agama baik ilmu maupun amalannya. Oleh karena itu, doa ini adalah termasuk doa yang paling lengkap dan paling berguna bagi seorang hamba. Dengan demikian, maka wajiblah atas manusia untuk berdoa kepada Allah dengan doa itu dalam setiap rakaat shalatnya, karena kebutuhannya yang sangat kepada hal tersebut, dan jalan yang lurus itu adalah: