Langsung ke konten
Qasidah Burdah

Bab 7

الْفَصْلُ السَّابِعُ فِي إِسْرَائِهِ وَمِعْرَاجِهِ ﷺ
Tinjauan ulama: menunggu

Teks, transliterasi, dan terjemahan adalah milik qasidaburda.com, sebagaimana pada Rabu, 21 Oktober 2026. Sabīl belum membandingkan teks Arab dengan naskah manuskrip, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Terjemahannya milik situs itu, bukan milik Sabīl.

1
يَا خَيْرَ مَنْ يَمَّمَ العّافُونَ سَاحَتَهُ سَعْيًا وَفَوْقَ مُتُونِ الأَيْنُقِ الرُّسُمِ
Yā Khayra man yammamal ʿāfūna sāḥatahu Saʿyan wa fawqa mutūnil aynuqir rusumi
Wahai, manusia terbaik yang rumahnya senantiasa dituju para pencari kebaikan! Mereka datang berbondong-bondong, baik dengan berjalan kaki maupun menunggangi unta yang kokoh berlari.
2
وَمَنْ هُوَ الآيَةُ الكُبْرَى لِمُعْتَبِرٍ وَمَنْ هُوَ النِّعْمَةُ العُظْمَى لِمُغْتَنِمِ
Wa man huwal āyatul kubrā limuʿtabirin Wa man huwan niʿmatul ʿuẓmā limughtanimi
Duhai, rasul yang menjadi pertanda paling agung bagi pencari i'tibar kebenaran! Duhai, nabi yang menjadi anugerah terbesar bagi orang yang ingin beruntung dengan hidayah Islam!
3
سَرَيْتَ مِنْ حَرَمٍ لَيْلاً إِلَى حَرَمٍ كَمَا سَرَى البَدْرُ فِي دَاجٍ مِنَ الظُّلَمِ
Sarayta min ḥaramin laylan ilā ḥaramin Kamā saral badru fī dājin minaẓ ẓulami
Engkau berjalan di tengah gelapnya malam dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha Palestina, laksana bulan purnama berjalan dalam gulita malam.
4
وَبِتَّ تَرْقَى إِلَى أَنْ نِلْتَ مَنْزِلَةً مِنْ قَابِ قَوْسَيْنِ لَمْ تُدْرَكْ وَلَمْ تُرَمِ
Wa bitta tarqā ilā an nilta manzilatan Min qābi qawsayni lam tudrak wa lam turami
Engkau terus naik hingga sampai suatu tempat dekat dengan Hadhrah Muqaddasah sekadar jarak tali busur dengan panahnya, yang belum pernah digapai dan diasa oleh siapa pun sebelumnya.
5
وَقَدَّمَتْكَ جَمِيعُ الأَنْبِيَاءِ بِهَا وَالرُّسْلِ تَقْدِيمَ مَخْدُومٍ عَلَى خَدَمِ
Wa qaddamatka jamīʿul anbiyāʾi bihā War rusli taqdīma makhdūmin ʿalā khadami
Seluruh nabi dan rasul menghormati dan mengutamakan derajatmu, sebagaimana penghormatan seorang pelayan terhadap majikannya.
6
وَأَنْتَ تَخْتَرِقُ السَّبْعَ الطِّبَاقَ بِهِمْ فِي مَوْكِبٍ كُنْتَ فِيهِ الصَّاحِبَ العَلَمِ
Wa anta takhtariqus sabʿaṭ ṭibāqa bihim Fī mawkibin kunta fīhi ṣāhibal ʿalami
Bersama mereka, engkau menembus tujuh lapis langit. Dalam rombongan itu, engkaulah sang pemegang bendera.
7
حَتَّى إِذَا لَمْ تَدَعْ شَأْوًا لِمُسْتَبِقٍ مِنَ الدُّنُوِّ وَلاَ مَرْقَى لِمُسْتَنِمِ
Ḥattā idhā lam tadaʿ shaʾwan limustabiqin Minad dunuwwi wa lā marqan li mustanimi
Hingga engkau tak meninggalkan satu puncak pun bagi orang yang ingin mendahuluimu dan tidak pula engkau meninggalkan tangga untuk orang yang mencari kedudukan tinggi di sisi Allah.
8
خَفَضْتَ كُلَّ مَقَامٍ بِالإِضَافَةٍ إِذْ نُودِيْتَ بِالرَّفْعِ مِثْلَ المُفْرَدِ العَلَمِ
Khafaḍta kulla maqāmin bil iḍāfati idh Nūdīta bir rafʿi mithlal mufradil ʿalami
Derajat siapa pun menjadi rendah dibandingkan dengan tingginya derajatmu saat Allah memanggilmu secara khusus daripada nabi lainnya, bagaikan mufrod 'alam dalam kekhususannya.
9
كَيْمَا تَفُوزَ بِوَصْلٍ أَيِّ مُسْتَتِرٍ عَنْ العُيُونِ وَسِرٍّ أَيِّ مُكْتَتَمِ
Kaymā tafūza biwaṣlin ayyi mustatirin ʿAnil ʿuyūni wa sirrin ayyi muktatami
Supaya engkau meraih hubungan khusus dengan Allah yang tersembunyi dari pandangan mata dan peroleh rahasia besar yang tersimpan rapat dari makhluk lain.
10
فَحُزْتَ كُلَّ فَخَارٍ غَيْرَ مُشْتَرَكٍ وَجُزْتَ كُلَّ مَقَامٍ غَيْرَ مُزْدَحَمِ
Fa ḥuzta kulla fakhārin ghayra mushtarakin Wa juzta kulla maqāmin ghayra muzdaḥami
Maka engkau pun peroleh kebanggaan yang tak diraih orang lain dan engkau lampaui setiap kedudukan mulia tanpa ada pesaing.
11
وَجَلَّ مِقْدَارُ مَا وُلِّيتَ مِنْ رُتَبٍ وَعَزَّ إِدْرَاكُ مَا أُولِيْتَ مِنْ نِعَمِ
Wa jalla miqdāru wā wullīta min rutabin Wa ʿazza idrāku mā ūlīta min niʿami
Sungguh, betapa agung derajat yang engkau sandang dan betapa langka nikmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu.
12
بُشْرَى لَنَا مَعْشَرَ الإِسْلَامِ إِنَّ لَنَا مِنَ العِنَايَةِ رُكْنًا غَيْرَ مُنْهَدِمِ
Bushrā lanā maʿsharal islāmi inna lanā Minal ʿināyati ruknan ghayra munhadimi
Kabar gembira bagi kita umat Islam. Dengan pertolongan Allah, kita mempunyai pilar kokoh yang takkan pernah hancur, yaitu agama Islam.
13
لَمَّا دَعَا اللهُ دَاعِينَا لِطَاعَتِهِ بِأَكْرَمِ الرُّسْلِ كُنَّا أَكْرَمَ الأُمَمِ
Lammā daʿāLlāhu dāʿīnā liṭāʿatihi Bi akramir rusli kunna akramal umami
Tatkala Allah memanggil Baginda Nabi ﷺ sang pengajak ketaatan dengan sebutan 'Rasul yang Paling Mulia', maka jadilah kita sebagai umat termulia di antara umat-umat sebelumnya.

Terjemahan bahasa Inggris: Abu Zahra Foundation, sebagaimana disebut situs itu.

Terjemahan bahasa Inggris yang dapat dilagukan: Mostafa Azzam, sebagaimana disebut situs itu.

Dari qasidaburda.com, diambil pada Rabu, 21 Oktober 2026. · Buka qasidaburda.com