सीधे कंटेंट पर जाएँ
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Baqara
सूरह 2

Al-Baqara

यह तफ़सीर अस-सअदी का एक अनुवाद है, जैसा IslamHouse.com उसे saadi.islamenc.com पर प्रकाशित करता है, उस साइट के पन्नों से लिया गया। साइट यह नहीं बताती कि इसका अनुवाद किसने किया या यह किस छपे संस्करण का अनुसरण करता है, और इसका पाठ लेने की कोई शर्तें नहीं बताती, इसलिए इसे दिखाने का अधिकार सत्यापित नहीं है। किसी ने इसे छपी किताब से नहीं मिलाया है और किसी आलिम ने इसकी समीक्षा नहीं की है। हर अंश उन आयतों के पास है जिन पर वह टिप्पणी करता है; वे आयतें Tanzil का क़ुरआनी पाठ हैं, जैसा वहाँ है; जिस आयत की साइट अपनी अलग टिप्पणी नहीं देती वह अपने से पहले के अंश के साथ रहती है, और सूची ऐसी हर आयत का नाम देती है। सबील ने इसमें से कुछ भी न लिखा है, न अनुवाद किया है।

पाठ का स्रोत:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 को लिया गया

आयत 36

فَأَزَلَّهُمَا ٱلشَّيْطَـٰنُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَـٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ 36

(36) Akhirnya mereka berdua terpedaya dan menaati setan, maka Allah mengeluarkan mereka berdua dari kondisi semula yang penuh kenikmatan dan makanan yang banyak, dan mereka berdua diturunkan ke negeri yang penuh kelelahan, kerja keras, dan perjuangan; ﴾ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوّٞۖ ﴿ "sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain," maksudnya Adam dan keturunannya sebagai musuh bagi iblis dan keturunannya. Telah diketahui bahwasanya seorang musuh selalu berusaha dan berjuang untuk membahayakan musuhnya dan menjahatinya dengan segala cara, serta menghalanginya dari kebaikan dengan segala cara pula, termasuk dalam kandungan hal ini adalah peri-ngatan kepada anak cucu Adam dari godaan setan, sebagaimana Firman Allah, ﴾ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لَكُمۡ عَدُوّٞ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّاۚ إِنَّمَا يَدۡعُواْ حِزۡبَهُۥ لِيَكُونُواْ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ 6 ﴿ "Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (Fathir: 6). (Juga Firman Allah تعالى), ﴾ أَفَتَتَّخِذُونَهُۥ وَذُرِّيَّتَهُۥٓ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِي وَهُمۡ لَكُمۡ عَدُوُّۢۚ بِئۡسَ لِلظَّٰلِمِينَ بَدَلٗا 50 ﴿ "Patutkah kamu mengambilnya dan keturunannya sebagai pemim-pin selain Aku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zhalim." (Al-Kahfi: 50). Kemudian Allah menyebutkan puncak maksud dari "me-nurunkan" seraya berfirman, ﴾ وَلَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُسۡتَقَرّٞ ﴿ "Dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi," maksudnya tempat tinggal dan tempat menetap, ﴾ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٖ ﴿ "dan kesenangan hidup sampai waktu yang diten-tukan," maksudnya waktu habisnya ajal kalian kemudian kalian pindah darinya menuju kepada negeri yang kalian diciptakan untuknya dan dia diciptakan untuk kalian. Di dalam ayat tersebut terkandung dalil yang menunjukkan bahwa kehidupan ini hanya sementara, yang berlalu, yang bukan tempat tinggal yang sebenar-nya, namun hanya sebagai tempat lewat agar mengambil bekal padanya untuk negeri tujuan tersebut, dan tidak dihuni untuk menetap.