Aller au contenu
Tafsir As-Saadi - Indonesian · At-Taariq
Sourate 86

At-Taariq

Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.

Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22

Versets 8–10

إِنَّهُۥ عَلَىٰ رَجْعِهِۦ لَقَادِرٌ 8 يَوْمَ تُبْلَى ٱلسَّرَآئِرُ 9 فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٍ وَلَا نَاصِرٍ 10

(8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan.