Al-Anfaal
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
ذَٰلِكُمْ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابَ ٱلنَّارِ 14
(14) ﴾ ذَٰلِكُمۡ ﴿ "Itulah (hukum dunia yang ditimpakan atasmu), yakni siksa yang disebutkan di atas, ﴾ فَذُوقُوهُ ﴿ "maka rasakanlah hu-kuman itu," wahai orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sebagai hukuman yang disegerakan. ﴾ وَأَنَّ لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابَ ٱلنَّارِ ﴿ "Sesung-guhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada (lagi) azab Neraka." Kisah ini mengandung tanda-tanda kekuasaan Allah yang agung yang menunjukkan bahwa apa yang dibawa oleh Muhammad ﷺ sebagai Rasul Allah adalah benar. Di antaranya adalah, bahwa Allah menjanjikan sesuatu kepada kaum Mukminin dan merealisasikan janji tersebut. Di antaranya adalah, Firman Allah تعالى, ﴾ قَدۡ كَانَ لَكُمۡ ءَايَةٞ فِي فِئَتَيۡنِ ٱلۡتَقَتَاۖ فِئَةٞ تُقَٰتِلُ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَأُخۡرَىٰ كَافِرَةٞ يَرَوۡنَهُم مِّثۡلَيۡهِمۡ رَأۡيَ ٱلۡعَيۡنِۚ ﴿ "Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (se-golongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang Muslimin dua kali jumlah mereka." (Ali Imran: 13). Di antaranya adalah, jawaban Allah terhadap doa orang-orang Mukmin ketika mereka memohon pertolongan kepadaNya dengan sebab-sebab yang dijelaskanNya. Kisah ini juga menunjukkan bahwa Allah sangat perhatian terhadap kondisi hamba-hambaNya yang beriman dan Dia menda-tangkan sebab-sebab (kemenangan) yang dengannya iman mereka menjadi teguh dan hal yang tidak diinginkan serta godaan setan pun lenyap. Di antaranya juga adalah, bahwa di antara kasih sayang Allah terhadap hambaNya adalah bahwa Allah memudahkannya untuk menaatiNya dan memudahkannya dengan sebab-sebab dari dalam dan dari luar. 9