Al-A'raaf
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
قَالَ فِرْعَوْنُ ءَامَنتُم بِهِۦ قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَمَكْرٌ مَّكَرْتُمُوهُ فِى ٱلْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُوا۟ مِنْهَآ أَهْلَهَا ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ 123
(123) ﴾ قَالَ فِرۡعَوۡنُ ﴿ "Fir'aun berkata", kepada mereka dengan mengancam karena iman mereka, ﴾ ءَامَنتُم بِهِۦ قَبۡلَ أَنۡ ءَاذَنَ لَكُمۡۖ ﴿ "Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?" Orang busuk ini adalah penguasa otoriter yang sewenang-wenang dalam mem-perlakukan fisik dan pendapat rakyatnya. Telah menjadi semacam ketetapan baginya dan rakyatnya bahwa pendapatnya harus didengar dan perintahnya harus terlaksana, tak seorang pun boleh keluar dari ucapan dan hukumnya. Dengan kondisi seperti ini mental mereka merosot, akal dan tindakan mereka lemah, serta tidak mampu membela hak-hak mereka. Oleh karena itu, Allah berfirman tentangnya, ﴾ فَٱسۡتَخَفَّ قَوۡمَهُۥ فَأَطَاعُوهُۚ ﴿ "Maka Fir'aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya." (Az-Zukhruf: 54). Di sini dia berkata, ﴾ ءَامَنتُم بِهِۦ قَبۡلَ أَنۡ ءَاذَنَ لَكُمۡۖ ﴿ "Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?" Ini adalah sikap ke-kurangajaran darimu dan kelancangan kepadaku. Kemudian dia mengaburkan sikap kaumnya dengan berkata, ﴾ إِنَّ هَٰذَا لَمَكۡرٞ مَّكَرۡتُمُوهُ فِي ٱلۡمَدِينَةِ لِتُخۡرِجُواْ مِنۡهَآ أَهۡلَهَاۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatan) ini adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduk-nya dari padanya." Yakni sesungguhnya Musa adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir, kamu telah bersepakat dengannya di mana seakan-akan kalian tunduk padanya, lalu dia menang dan kamu mengikutinya, kemudian orang-orang atau mayoritas dari mereka mengikutimu, lalu kamu mengusir penduduknya darinya. Ini ada-lah kedustaan yang dia sendiri dan orang-orang yang mengetahui situasi, mengetahui bahwa Musa tidak bersekongkol dengan siapa pun dari mereka. Bahwa mereka itu dikumpulkan menurut perin-tah Fir'aun melalui kaki tangannya. Bahwa apa yang dibawa oleh Musa adalah mukjizat Ilahiyah. Bahwa ahli sihir itu telah mengeluar-kan segala kemampuan mereka untuk mengalahkan Musa namun mereka kalah, lalu kebenaran menjadi jelas bagi mereka dan mereka pun mengikutinya. Kemudian Fir'aun mengancam mereka dengan mengatakan, ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuat-anmu ini)." Yakni, hukuman yang aku siapkan untukmu.