Aller au contenu
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Fussilat
Sourate 41

Fussilat

Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.

Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22

Verset 43

مَّا يُقَالُ لَكَ إِلَّا مَا قَدْ قِيلَ لِلرُّسُلِ مِن قَبْلِكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ وَذُو عِقَابٍ أَلِيمٍ 43

(43) Artinya, ﴾ مَّا يُقَالُ لَكَ ﴿ "Tidaklah ada yang dikatakan kepada-mu" wahai Rasul, dari perkataan-perkataan yang berasal dari orang-orang yang mendustakanmu dan keras kepala terhadapmu, ﴾ إِلَّا مَا قَدۡ قِيلَ لِلرُّسُلِ مِن قَبۡلِكَۚ ﴿ "selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum kamu," maksudnya, yang sejenis dengan-nya. Bahkan bisa jadi mereka mengutarakan perkataan yang persis sama, seperti rasa heran seluruh umat yang mendustakan para rasul terhadap seruan para rasul untuk ikhlas (bertauhid) kepada Allah dan beribadah hanya kepadaNya, tiada sekutu bagiNya, dan penolakan mereka terhadap seruan ini dengan segala cara yang mampu mereka lakukan. Dan ucapan mereka, "Kalian hanyalah seorang manusia biasa seperti kami," dan usulan mereka kepada para rasul untuk menghadirkan ayat-ayat (mukjizat dan bukti) yang diharuskan kepada mereka kehadirannya.... dan berbagai ucapan lainnya dari orang-orang yang mendustakan. Setelah hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan para rasul pun bersikap sabar terhadap gangguan dan pendustaan mereka. Maka bersabarlah kamu sebagaimana para rasul sebelummu bersabar. Kemudian Allah menyeru mereka kepada taubat dan mela-kukan segala sebab yang bisa membuahkan maghfirah (ampunan), dan Allah juga memperingatkan mereka dari sikap terus bergeli-mang dalam kesesatan, seraya berfirman, ﴾ إِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغۡفِرَةٖ ﴿ "Sesung-guhnya Rabbmu benar-benar mempunyai ampunan" yang sangat agung, yang dengannya Dia menghapus semua dosa orang yang berhenti melakukan dosa lagi bertaubat, ﴾ وَذُو عِقَابٍ أَلِيمٖ ﴿ "dan hukuman yang pedih" terhadap siapa saja yang terus durhaka dan menyombong-kan diri.