Al-Ghaafir
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَـٰهَـٰمَـٰنُ ٱبْنِ لِى صَرْحًا لَّعَلِّىٓ أَبْلُغُ ٱلْأَسْبَـٰبَ 36 أَسْبَـٰبَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ فَأَطَّلِعَ إِلَىٰٓ إِلَـٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّى لَأَظُنُّهُۥ كَـٰذِبًا ۚ وَكَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ وَصُدَّ عَنِ ٱلسَّبِيلِ ۚ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلَّا فِى تَبَابٍ 37
(36-37) ﴾ وَقَالَ فِرۡعَوۡنُ ﴿ "Dan berkatalah Fir'aun" seraya menen-tang Nabi Musa عليه السلام dan mendustakan dakwah beliau untuk ber-iman kepada rabbul 'alamin yang bersemayam di 'Arasy dan Maha-tinggi di atas makhlukNya, ﴾ يَٰهَٰمَٰنُ ٱبۡنِ لِي صَرۡحٗا ﴿ "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi," maksudnya, sebuah bangunan raksasa yang sangat tinggi. Tujuannya adalah agar aku bisa melihat, ﴾ إِلَىٰٓ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي لَأَظُنُّهُۥ كَٰذِبٗاۚ ﴿ "Tuhannya Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta" dalam dakwaannya (klaimnya) bahwa kita mempunyai Rabb, dan bahwa Rabb itu di atas langit sana. Fir'aun sebenarnya hanya ingin mewaspadai dan menguji permasalahan secara langsung. Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam menjelas-kan apa yang menyeret Fir'aun mengucapkan perkataan tersebut. ﴾ وَكَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِفِرۡعَوۡنَ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ ﴿ "Demikianlah dijadikan Fir'aun memandang baik perbuatan yang buruk itu." Dihiasi baginya agar dia memandang baik perbuatan jahatnya itu, dan setan pun terus memperindahnya, menyerukannya dan menghiasinya, hingga Fir'aun melihatnya indah lalu menyerukannya dan melakukan perdebatan seolah-olah perdebatan orang yang berbuat kebenaran, padahal ia sebenarnya adalah pembuat kerusakan terbesar. ﴾ وَصُدَّ عَنِ ٱلسَّبِيلِۚ ﴿ "Dan dia dihalangi dari jalan" kebenaran disebabkan kebatilan yang dihiaskan kepada-nya. ﴾ وَمَا كَيۡدُ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan tidaklah tipu daya Fir'aun itu," yaitu yang ia maksudkan untuk memberangus kebenaran dan mengela-bui manusia bahwa dia adalah yang benar sedangkan Nabi Musa adalah yang berbuat kebatilan, ﴾ إِلَّا فِي تَبَابٖ ﴿ "melainkan membawa kerugian," maksudnya, kegagalan dan sia-sia, tidak menguntung-kannya sama sekali, melainkan kesengsaraan baginya dan bagi orang yang mengikutinya di dunia dan di akhirat.