An-Nisaa
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
مَّن كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ ٱلدُّنْيَا فَعِندَ ٱللَّهِ ثَوَابُ ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًۢا بَصِيرًا 134
(134) Kemudian Allah memberitakan bahwa barangsiapa yang cita-cita dan keinginannya rendah yang tidak melebihi dari balasan duniawi semata, dan tidak memiliki keinginan sama sekali kepada akhirat, sesungguhnya ia telah menyia-nyiakan usaha dan pandangannya, di samping itu tidaklah ia memperoleh balasan dunia kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuknya, karena Allah سبحانه وتعالى adalah Pemilik segala sesuatu yang memiliki balasan dunia dan akhirat, maka agar kedua hal itu diharapkan dariNya سبحانه وتعالى dan dimohonkan pertolongan kepadaNya akan keduanya, dan sesungguhnya tidaklah akan diperoleh apa yang ada di sisiNya kecuali dengan menaatiNya, dan tidaklah akan dipenuhi perkara-perkara dunia maupun akhirat kecuali dengan memohon perto-longan kepadaNya dan mengemis kepadaNya secara terus mene-rus. MilikNyalah segala hikmah dalam membimbing orang yang diberi taufikNya dan dalam menghinakan orang yang dihinakan dan dalam pemberian dan laranganNya, karena itulah Allah berfirman, ﴾ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا ﴿ "Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."