Az-Zumar
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُۥ ۖ وَيُخَوِّفُونَكَ بِٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦ ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ 36 وَمَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّضِلٍّ ۗ أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِى ٱنتِقَامٍ 37
(36 - 37) ﴾ أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبۡدَهُۥۖ ﴿ "Bukankah Allah cukup untuk melin-dungi hambaNya?" Maksudnya, bukankah termasuk dari bagian kebaikan, kemurahan dan perhatianNya kepada hambaNya yang melaksanakan pengabdian (penghambaan) kepadaNya, mematuhi perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, ter-utama kepada manusia paling sempurna ubudiyahnya kepada Rabb-nya, yaitu Muhammad a, bahwasanya Allah cukup untuk melin-dunginya dalam perkara agama dan dunianya, dan membelanya dari orang-orang yang menghendaki keburukan terhadapnya? ﴾ وَيُخَوِّفُونَكَ بِٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦۚ ﴿ "Dan mereka mempertakuti kamu dengan yang selain Allah," seperti berhala dan sembahan-sembahan, bahwa ia akan menimpakan keburukan terhadapmu. Ini benar-benar bagian dari kezhaliman an kesesatan mereka. ﴾ وَمَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنۡ هَادٖ 36 وَمَن يَهۡدِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّضِلٍّۗ ﴿ "Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk baginya. Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya." Karena hanya di Tangan Allah سبحانه وتعالى wewenang hidayah dan penyesatan, Dia-lah Yang apa saja yang dikehendakiNya pasti terjadi dan apa saja yang tidak dikehendakiNya pasti tidak akan terjadi. ﴾ أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِعَزِيزٖ ﴿ "Bukankah Allah Mahaperkasa," kepunyaanNya keperkasaan yang sempurna yang dengannya Dia mengalahkan segala sesuatu, dan dengan keperkasaanNya pula Dia melindungi hambaNya dan menolak tipudaya mereka terhadapnya, ﴾ ذِي ٱنتِقَامٖ ﴿ "lagi mempunyai pembalasan" terhadap orang yang mendurhakai-Nya. Maka waspadalah terhadap perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan pembalasanNya.