As-Saaffaat
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
إِذْ أَبَقَ إِلَى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ 140
(140) Dan Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentangnya, bahwa Allah telah menghukumnya dengan hukuman duniawi yang kemudian Allah menyelamatkannya darinya disebabkan iman dan amal-amal shalihnya, seraya berfirman, ﴾ إِذۡ أَبَقَ ﴿ "Ketika ia lari," dari Rabbnya dengan rasa jengkel kepadaNya dan menyangka bahwa Dia tidak akan mampu menguasainya; dan Allah menahannya di dalam perut ikan paus. Allah سبحانه وتعالى tidak menjelaskan apa yang membuat Nabi Yunus jengkel dan tidak pula dosa yang dilakukannya, karena tidak ada gunanya bagi kita kalaupun dijelaskan. Sedangkan yang berguna bagi kita adalah apa yang telah kami sebutkan, yaitu ia berbuat dosa dan ia dihukum oleh Allah سبحانه وتعالى, padahal beliau adalah salah seorang rasul yang mulia, dan kemudian, sesudah itu Allah menyelamatkannya, menghapus celaan darinya, dan Allah menak-dirkan sebab-sebab keshalihannya. Maka setelah lari, Nabi Yunus naik ﴾ إِلَى ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ ﴿ "ke kapal yang penuh muatan," dengan para pe-numpang dan barang-barang angkutan.