Al-Ahzaab
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا 47
(47) Sedangkan FirmanNya, ﴾ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ بِأَنَّ لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَضۡلٗا كَبِيرٗا ﴿ "Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang Mukmin, bahwa mereka mendapatkan karunia yang sangat besar dari Allah," pada kalimat ini dijelaskan mengenai orang yang diberi kabar gembira, mereka adalah orang-orang Mukmin. Dan ketika hanya iman sendirian yang disebutkan, maka amal-amal shalih termasuk di dalamnya. Dan (di sini juga) disebutkan sesuatu yang dijadikan berita gem-bira, yaitu karunia yang sangat besar. Maksudnya, karunia yang sangat agung lagi mulia yang nilainya tak ternilai, berupa keme-nangan di dunia, hidayah bagi hati, ampunan terhadap dosa-dosa, dihilangkannya berbagai kesempitan, banyaknya rizki yang ber-limpah ruah, tercapainya kenikmatan-kenikmatan yang menye-nangkan, meraih keridhaan Rabb سبحانه وتعالى, pahala dariNya dan selamat dari murka dan siksaanNya. Hal ini termasuk faktor yang mem-pergiat orang-orang yang aktif beramal (amilin), kalau dijelaskan kepada mereka pahala dari Allah atas amal-amal mereka, yang dengannya mereka lebih bersemangat untuk terus menelusuri jalan yang lurus. Ini merupakan bagian dari hikmah syariat Islam, sebagaimana pula, bahwa di antara hikmahnya adalah dia men-jelaskan, dalam rangka menakut-nakuti dengan adanya siksaan-siksaan yang diakibatkan oleh perbuatan yang diperingatkan, sehingga menjadi pendongkrak untuk bisa menahan diri dari hal-hal yang diharamkan Allah.