As-Sajda
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
وَقَالُوٓا۟ أَءِذَا ضَلَلْنَا فِى ٱلْأَرْضِ أَءِنَّا لَفِى خَلْقٍ جَدِيدٍۭ ۚ بَلْ هُم بِلِقَآءِ رَبِّهِمْ كَـٰفِرُونَ 10
(10) Maksudnya, orang-orang yang mendustakan kebang-kitan berkata dengan nada mengingkari, ﴾ أَءِذَا ضَلَلۡنَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Apakah bila kami telah lenyap di dalam tanah," maksudnya, kami telah hancur, tercabik-cabik dan tercerai berai di beberapa tempat yang tidak diketahui, ﴾ أَءِنَّا لَفِي خَلۡقٖ جَدِيدِۭۚ ﴿ "apakah kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?" Maksudnya, kami benar-benar dibangkitkan kembali dalam kehidupan yang baru? Menurut anggapan mereka hal ini merupakan sesuatu yang sangat tidak mungkin! Hal itu karena mereka menganalogikan kekuasaan sang Pencipta dengan kekuasaan mereka. Perkataan mereka ini sebenarnya bukan dalam rangka mencari kebenaran, akan tetapi sebenarnya hanyalah (se-buah) kezhaliman, sikap keras kepala, ingkar dan kekafiran ter-hadap perjumpaan dengan Allah, maka dari itu Allah berfirman, ﴾ بَلۡ هُم بِلِقَآءِ رَبِّهِمۡ كَٰفِرُونَ ﴿ "Bahkan mereka terhadap pertemuan dengan Rabbnya mengingkari." Jadi, perkataan mereka diketahui darimana sumber-nya dan tujuannya. Dan jika tidak demikian, maka kalau sekiranya tujuan mereka adalah menjelaskan yang benar, niscaya benar-benar Dia menjelaskan kepada mereka berbagai dalil yang akurat (pasti) yang menunjukkan bahwa semua itu benar, hal yang menjadikan-nya dapat disaksikan oleh mata hati, tak ubahnya seperti matahari bagi pandangan mata; dan sudah cukup bagi mereka bahwa se-sungguhnya mereka sudah tahu bahwa mereka telah diadakan pada awalnya dari ketiadaan. Maka "mengulangi (penciptaan)" itu lebih mudah daripada "memulai". Dan demikian pula tanah yang mati (tandus), Allah menurunkan hujan di atasnya, lalu tanah itu pun menjadi hidup (subur) setelah (sebelumnya) ia mati, dan de-ngannya Allah menumbuhkan berbagai macam biji-bijian.