Aller au contenu
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ankaboot
Sourate 29

Al-Ankaboot

Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.

Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22

Verset 12

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّبِعُوا۟ سَبِيلَنَا وَلْنَحْمِلْ خَطَـٰيَـٰكُمْ وَمَا هُم بِحَـٰمِلِينَ مِنْ خَطَـٰيَـٰهُم مِّن شَىْءٍ ۖ إِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ 12

(12) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang perbuatan mengada-ada kaum kafir dan seruan mereka kepada kaum Mukminin agar masuk kepada agama mereka; dan di dalamnya terdapat peri-ngatan terhadap kaum Mukminin untuk tidak terpedaya dengan mereka dan terjerumus di dalam makar mereka, seraya berfirman, ﴾ وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّبِعُواْ سَبِيلَنَا ﴿ "Dan berkatalah orang-orang yang kafir kepada orang-orang yang beriman, 'Ikutilah jalan kami'," maka tinggalkanlah agama kalian atau sebagian ajarannya, dan ikutilah agama kami, karena kami memberikan jaminan kepada kalian atas segala perkara itu dan kami akan menanggung ﴾ خَطَٰيَٰكُمۡ ﴿ "dosa-dosa kalian." Sesungguhnya masalah ini bukan wewenang mereka, maka dari itu Allah berfirman, ﴾ وَمَا هُم بِحَٰمِلِينَ مِنۡ خَطَٰيَٰهُم مِّن شَيۡءٍۖ ﴿ "Dan mereka sendiri sedikit pun tidak memikul dosa-dosa mereka," tidak (memikul) sedikit dan tidak pula banyak. Pemikulan (penanggungan dosa) ini, sekalipun yang bersangkutan rela dengannya, namun ia sama sekali tidak berguna, karena kebenaran itu milik Allah semata. Allah سبحانه وتعالى tidak akan memberikan kemampuan kepada seseorang untuk bertindak dalam haknya kecuali atas dasar perintah dan keputusanNya, sedangkan keputusanNya adalah bahwa tidak satu jiwa pun yang bisa menanggung dosa jiwa yang lain.