Al-Qasas
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
وَقَالَتِ ٱمْرَأَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ عَيْنٍ لِّى وَلَكَ ۖ لَا تَقْتُلُوهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوْ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ 9
(9) Dan tatkala keluarga Fir'aun telah memungutnya, maka Allah menjadikan permaisuri Fir'aun yang mulia lagi beriman, yaitu Asiyah binti Muzahim jadi sangat menyayanginya, ﴾ وَقَالَتِ ﴿ "dan berkata," anak ini adalah ﴾ قُرَّتُ عَيۡنٖ لِّي وَلَكَۖ لَا تَقۡتُلُوهُ ﴿ "penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya." Maksudnya, biarkanlah dia hidup untuk kita agar hati kita menjadi sejuk de-ngannya dan kehidupan kita menjadi bahagia karenanya,﴾ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوۡ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدٗا ﴿ "mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak." Maksudnya, tidak terlepas (dari dua pilihan): Bisa jadi dia menjadi selayaknya para pembantu yang selalu bekerja untuk kepentingan kita dan membantu kita, atau kita mengang-katnya satu derajat lebih tinggi dari itu, yaitu kita menjadikannya sebagai anak kita, kita muliakan dan kita banggakan. Allah سبحانه وتعالى menakdirkan Musa bahwa dia memberikan manfaat bagi istri Fir'aun yang telah mengatakan ungkapan di atas. Sebab, ketika Musa telah menjadi penyejuk hatinya, dan dia pun sangat mencintainya, maka Musa terus menjadi seperti anak kandungnya sendiri sampai dia besar, kemudian Allah mengangkatnya menjadi nabi lalu sebagai seorang rasul, maka istri Fir'aun segera masuk Islam dan beriman kepadanya. Semoga Allah meridhainya dan membuatnya ridha (memeluk Islam). Allah سبحانه وتعالى [tentang] dialog dan tawar-menawar tentang ma-salah Musa ini berfirman, ﴾ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Sedangkan mereka tidak menyadari," apa yang telah menjadi goresan qalam dan takdir dari semenjak tibanya hingga kepada apa yang telah dia capai. Ini me-rupakan kelembutan Allah سبحانه وتعالى. Kalau saja mereka menyadari, tentu masalahnya akan menjadi lain.