Al-Qasas
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ ٱللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَـٰلِحًا وَلَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلصَّـٰبِرُونَ 80
(80) ﴾ وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ ﴿ "Dan berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu." Yaitu mereka yang mengetahui hakikat segala sesuatu dan melihat kepada esensi dunia di saat mereka (golongan yang pertama) hanya melihat kepada bagian luarnya saja. ﴾ وَيۡلَكُمۡ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah bagimu," dengan nada prihatin terhadap apa yang mereka dambakan untuk diri mereka, sambil melihat kondisi mereka, tidak setuju dengan perkataan mereka. ﴾ ثَوَابُ ٱللَّهِ ﴿ "Pahala Allah," yang sekarang berupa kelezatan beribadah, men-cintaiNya, kembali kepadaNya, dan menghadap kepadaNya, dan kelak di akhirat, berupa surga dan segala isinya yang diinginkan oleh jiwa dan sedap dipandang mata itu lebih baik daripada apa yang kalian dambakan dan impikan itu. Itulah hakikat permasalah-an. Akan tetapi tidak semua orang yang mengetahui hal itu akan lebih mengutamakan yang lebih tinggi nilainya daripada yang rendah. Sungguh tidak ada yang akan menerima hal demikian dan mendapat taufik untuknya ﴾ إِلَّا ٱلصَّٰبِرُونَ ﴿ "kecuali orang-orang yang sabar," yaitu mereka yang menahan diri mereka semata-mata untuk taat kepada Allah, menahan diri mereka dari kedurhakaan terhadap Allah, dan menerima takdir-takdir Allah yang menyakit-kan; mereka sabar atas gemerlap dunia dan kenikmatannya se-hingga tidak memalingkan mereka dari Allah, dan tidak menjadi penghalang antara mereka dengan tujuan mereka diciptakan. Me-rekalah orang-orang yang mengutamakan pahala dari Allah atas dunia fana ini.