Aller au contenu
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Muminoon
Sourate 23

Al-Muminoon

Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.

Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22

Verset 72

أَمْ تَسْـَٔلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ 72

(72) Maksudnya, ataukah perkara yang menghalangi me-reka untuk mengikutimu adalah karena engkau wahai Muhammad, meminta upah kepada mereka atas penyambutan yang baik (ter-hadap seruanmu)? ﴾ فَهُم مِّن مَّغۡرَمٖ مُّثۡقَلُونَ 46 ﴿ "Maka mereka diberati dengan hutang." (Al-Qalam: 46), mereka merasa berat untuk mengikutimu karena upah dan pajak yang kamu pungut dari mereka. Padahal kenyataannya tidak demikian adanya. ﴾ فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيۡرٞۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ ﴿"Maka upah dari Rabbmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rizki Yang Paling Baik," ini seperti per-nyataan para nabi kepada umat-umat mereka, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ ﴿ "Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku. Upahku tidak lain, hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku." (Hud: 51), maksudnya, mereka tidak menjalankan dakwah kepada umat ma-nusia karena adanya antusiasme mendapatkan harta dari mereka. Para nabi berdakwah hanya untuk tujuan memberikan nasihat dan mendatangkan kemaslahatan bagi mereka. Bahkan para rasul adalah orang yang paling berniat tulus untuk memperbaiki umat manusia daripada mereka sendiri. Semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan terbaik atas nama umat-umat mereka, dan mem-berikan karunia kepada kita untuk mengikuti mereka dalam segala kondisi.