Al-Hajj
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ 27
(27) ﴾ وَأَذِّن فِي ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَجِّ ﴿ "Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji." Beritahukanlah hal ini kepada mereka, dan seru-lah mereka kepadanya. Sampaikan kepada orang yang dekat dan jauh darinya tentang kewajiban (berhaji) dan keutamaannya. Sung-guh, jika engkau telah memanggil mereka, niscaya mereka akan mendatangimu sebagai orang-orang yang berhaji atau mengerjakan umrah, ﴾ رِجَالٗا ﴿ "dengan berjalan kaki," maksudnya berjalan di atas kaki-kaki mereka karena terdorong oleh rasa kerinduan (kepada-nya), ﴾ وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٖ ﴿ "dan mengendarai unta yang kurus," maksud-nya unta kurus yang melintasi perjalanan yang susah dan padang pasir yang ganas. Ia meneruskan langkahnya sampai ke tempat yang paling mulia ﴾ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٖ 27 ﴿ "dari segenap penjuru yang jauh," dari setiap negeri yang jauh. Khalil ar-Rahman (Ibrahim) عليه السلام telah melaksanakannya. Sesu-dah itu, disusul oleh keturunannya Muhammad a. Maka, mereka berdua menyeru umat manusia untuk berhaji ke Baitullah. Kedua-nya mensosialisasikan dan mengulang-ulanginya. Dan sungguh telah terwujud janji Allah itu. Orang-orang datang dengan berjalan kaki dan menumpangi kendaraan dari belahan bumi Timur dan Barat.