Aller au contenu
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Anbiyaa
Sourate 21

Al-Anbiyaa

Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.

Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22

Verset 91

وَٱلَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلْنَـٰهَا وَٱبْنَهَآ ءَايَةً لِّلْعَـٰلَمِينَ 91

(91) Dan ingatlah Maryam عليها السلام untuk menyanjung dan menceritakan kedudukan tingginya, serta menyebarluaskan tentang kemuliaannya, ﴾ وَٱلَّتِيٓ أَحۡصَنَتۡ فَرۡجَهَا ﴿ "yang telah memelihara kehormatan-nya," memeliharanya dari perbuatan haram dan (dari) mendekati-nya, bahkan dari hal-hal yang dihalalkan sekalipun. Ia belum me-nikah karena menyibukkan diri dengan ibadah dan menghabiskan waktunya untuk mengabdikan diri kepada Rabbnya. Ketika Jibril mendatanginya dalam rupa seorang lelaki yang normal, dengan fisik dan ketampanan yang sempurna, ﴾ قَالَتۡ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِٱلرَّحۡمَٰنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيّٗا 18 ﴿ "Maryam berkata, 'Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Rabb Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa'." (Maryam: 18). Maka Allah membalasinya dengan balasan yang sesuai dengan amalannya, dan memberinya keturunan tanpa keberadaan suami. Akan tetapi (dengan cara) Jibril meniupkan padanya ruh sehingga hamil dengan izin Allah, ﴾ وَجَعَلۡنَٰهَا وَٱبۡنَهَآ ءَايَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ 91 ﴿ "dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam," di mana beliau mengandung (tanpa suami) dan melahirkan-nya tanpa bantuan penanganan dari orang lain. Lalu si jabang bayi berbicara ketika masih di gendongan, dan Allah merehabilitasi namanya dari tuduhan orang-orang yang menuduhnya dengan tuduhan yang tidak baik. Lalu Allah memberitahukan tentang diri-nya dalam kondisi itu. Selanjutnya, Allah mempraktikkan (melalui-nya) berbagai macam keajaiban dan mukjizat yang sudah diketahui bersama. Maka, Maryam dan putranya menjadi tanda kebesaran Allah bagi sekalian alam. Generasi-generasi bergantian membicara-kannya dan orang-orang pun memetik pelajaran darinya.