Taa-Haa
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
فَتَنَـٰزَعُوٓا۟ أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ وَأَسَرُّوا۟ ٱلنَّجْوَىٰ 62
(62) Perkataan yang benar pasti memiliki pengaruh pada hati. Tak ayal lagi, timbullah keributan dan pertentangan di tengah tukang-tukang sihir, manakala mereka mendengarkan perkataan Musa dan terjadilah kegaduhan. Boleh jadi, muara pertentangan (pada mereka) adalah rancunya jati diri Musa, apakah ia berada di atas (rel) kebenaran atau tidak? Akan tetapi, sampai di sini, polemik mereka belum menemui titik terang. Agar Allah menentukan per-kara yang mesti dilaksanakan, yaitu agar binasalah orang yang binasa dengan keterangan yang nyata dan agar hiduplah orang yang hidup dengan keterangan yang nyata. Saat itulah, mereka saling berbisik-bisik di antara mereka dan bahwa mereka telah menyepakati sebuah pernyataan agar mereka selamat dalam ucapan dan tindakan mereka serta agar orang-orang memegangi doktrin Fir'aun dan orang-orangnya.