Al-Israa
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
وَقَالُوٓا۟ أَءِذَا كُنَّا عِظَـٰمًا وَرُفَـٰتًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا 49
(49) Allah تعالى mengabarkan tentang perkataan para peng-ingkar Hari Kebangkitan, dan para pendusta Hari Kebangkitan de-ngan perkataan mereka, ﴾ أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمٗا وَرُفَٰتًا ﴿ "Apakah bila kami telah men-jadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur," maksudnya jasad-jasad yang telah rusak ﴾ أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ خَلۡقٗا جَدِيدٗا ﴿ "apa benar-benar kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?" Ini tidak akan terjadi, mustahil menurut mereka. Mereka adalah orang-orang yang sangat bodoh, lantaran mendustakan utusan Allah, menentang ayat-ayat-Nya, dan menyamakan kemampuan al-Khaliq (Sang Pencipta) langit dan bumi dengan kemampuan mereka yang sangat lemah. Tatkala mereka memandang hal itu (kebangkitan setelah mati) tidak mungkin terjadi, dan mereka pun tidak sanggup melakukannya, maka mereka pun menilai kekuasaan Allah demikian pula. Mahasuci Dzat yang telah menjadikan sebagian makhluk dari makhlukNya –yang mana mereka mengklaim sebagai orang-orang yang berakal dan cerdas– sebagai simbol kebodohan pada sesuatu yang paling jelas, paling gamblang lagi paling terang serta paling tinggi petunjuknya, supaya memperlihatkan kepada para hambaNya, bahwa tidak ada alternatif lain melainkan taufik dan pertolonganNya atau kebinasaan dan kesesatan. ﴾ رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ 8 ﴿ "Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu; Karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (Ali Imran: 8).