Aller au contenu
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Hud
Sourate 11

Hud

Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.

Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22

Verset 14

فَإِلَّمْ يَسْتَجِيبُوا۟ لَكُمْ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أُنزِلَ بِعِلْمِ ٱللَّهِ وَأَن لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ 14

(14) ﴾ فَإِلَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكُمۡ ﴿ "Jika mereka yang kamu seru itu tidak me-nerima seruanmu (ajakanmu) itu", sedikit pun ﴾ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَآ أُنزِلَ بِعِلۡمِ ٱللَّهِ ﴿ "maka (katakanlah olehmu), 'Ketahuilah sesungguhnya al-Qur`an itu diturunkan dengan ilmu Allah'," dari sisi Allah[3] karena adanya dalil dan tuntutan dan hilangnya penghalang. ﴾ وَأَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ ﴿ "Dan bahwasanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia." Maksudnya, ketahuilah bahwa tiada tuhan yang haq kecuali Dia, yakni hanya Dia semata yang berhak dituhankan dan diibadahi. ﴾ فَهَلۡ أَنتُم مُّسۡلِمُونَ ﴿ "Maka mau-kah kamu berserah diri (kepada Allah)?" Tunduk kepada uluhiyahNya dan pasrah kepada ubudiyahNya. Ayat-ayat ini mengandung petunjuk bahwa tidak seharusnya seorang da'i kepada Allah terhalangi oleh sanggahan orang-orang yang menyanggah dan celaan orang-orang yang mencela, lebih-lebih jika celaannya tidak berdasar dan tidak mengarah kepada apa yang dia dakwahkan. Hendaknya dia tidak bersempit dada, justru dia mesti tetap tenang, maju terus dalam urusannya dan memperhati-kan perkaranya. Dia tidak harus menjawab sanggahan mereka yang berpijak kepada dalil-dalil yang mereka pilih. Cukup baginya me-negakkan dalil yang benar yang bebas dari sanggahan atas segala persoalan dan tuntutan. Ayat ini menunjukkan bahwa al-Qur`an adalah mukjizat de-ngan sendirinya, tak satu pun manusia yang mampu menghadirkan yang sepertinya, tidak pula dengan sepuluh surat sepertinya bah-kan tidak pula dengan satu surat sepertinya, karena para musuh yang fasih dan ahli ilmu balaghah telah ditantang oleh Allah untuk membuat ayat dan mereka tidak menyangkalnya karena mereka mengetahui bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk itu. Ayat ini menunjukkan bahwa perkara yang padanya dituntut keyakinan (ilm al-Yaqin) dan tidak cukup dengan dugaan semata adalah ilmu al-Qur`an dan ilmu tauhid berdasarkan FirmanNya, ﴾ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَآ أُنزِلَ بِعِلۡمِ ٱللَّهِ وَأَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ ﴿ "Maka (katakanlah olehmu), 'Ketahuilah sesungguhnya al-Qur`an itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwa-sanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia'."