Al-Faatiha
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ 7
(7) ﴾ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "Yaitu jalan orang-orang yang telah Eng-kau anugerahkan nikmat kepada mereka," dari para Nabi, orang-orang yang benar dalam keimanan (ash-Shiddiqun), para syuhada, dan orang-orang shalih, ﴾ غَيۡرِ ﴿ "bukan" jalan ﴾ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "mereka yang dimurkai" yang mengetahui kebenaran namun meninggalkan kebe-naran tersebut seperti Yahudi dan semisal mereka, dan bukan pula jalan ﴾ ٱلضَّآلِّينَ ﴿ "mereka yang sesat" yakni orang-orang yang mening-galkan kebenaran karena kebodohan dan kesesatan seperti Nasrani dan semisal mereka.
Surat ini dengan keringkasannya meliputi hal-hal yang tidak diliputi oleh surat-surat lainnya dalam al-Qur`an. Surat ini mengan-dung macam-macam tauhid yang tiga yaitu tauhid rububiyah yang disarikan dari FirmanNya ﴾ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Rabb sekalian alam," tauhid uluhiyah yaitu mengesakan Allah dalam beribadah yang disarikan dari kata "Allah" dan dari FirmanNya ﴾ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ﴿ "Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan," dan tauhid Asma` wa Shifat, yaitu menetapkan sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah تعالى yang telah ditetapkan oleh DiriNya sendiri dan ditetapkan oleh RasulNya ﷺ tanpa meng-ingkari, memisalkan, dan menyerupakan, di mana sesungguhnya hal itu ditunjukkan oleh kata ﴾ ٱلۡحَمۡدُ ﴿ "pujian" sebagaimana yang telah lalu. Demikian juga surat ini mengandung penetapan akan kena-bian dalam FirmanNya ﴾ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ﴿ "Tunjukilah kami jalan yang lurus," karena hal itu tidak akan mungkin tanpa adanya risalah. Juga penetapan akan balasan bagi segala perbuatan yaitu dalam FirmanNya, ﴾ مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "Yang menguasai Hari Pembalasan," dan bahwasanya balasan itu terjadi dengan keadilan, karena pem-balasan adalah ganjaran dengan adil. Dan penetapan akan takdir, bahwasanya seorang hamba itu benar-benar sebagai pelaku, berbeda dengan pemikiran al-Qada-riyah maupun al-Jabariyah. Bahkan ia mengandung penolakan terhadap ahli-ahli bid'ah dan kesesatan seperti dalam FirmanNya, ﴾ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ﴿ "Tunjukilah kami jalan yang lurus," karena ia ber-makna mengetahui yang benar lalu mengamalkannya, sedangkan setiap pelaku bid'ah dan pelaku kesesatan adalah menyimpang dari semua itu. Juga mengandung ajaran untuk ikhlas beragama hanya untuk Allah تعالى semata, baik ibadah maupun permohonan pertolongan, yaitu dalam FirmanNya, ﴾ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ﴿ "Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon per-tolongan." Akhirnya segala pujian hanya bagi Allah, Rabb sekalian alam.