پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Fajr
سورهٔ ۸۹

Al-Fajr

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیه‌های ۲۱–۲۴

كَلَّآ إِذَا دُكَّتِ ٱلْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا ۲۱ وَجَآءَ رَبُّكَ وَٱلْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا ۲۲ وَجِا۟ىٓءَ يَوْمَئِذٍۭ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ ٱلْإِنسَـٰنُ وَأَنَّىٰ لَهُ ٱلذِّكْرَىٰ ۲۳ يَقُولُ يَـٰلَيْتَنِى قَدَّمْتُ لِحَيَاتِى ۲۴

(21-24) ﴾ كـَلَّآۖ ﴿ "Jangan (berbuat demikian)," yakni, tidaklah semua harta yang kalian cintai dan semua kenikmatan yang kalian perlombakan akan kekal bersama kalian. Tapi di hadapan kalian terdapat hari besar dan huru-hara hebat yang menggoncangkan bumi dan gunung hingga dibuat menjadi hamparan yang datar, yang tidak ada yang curam ke bawah dan tidak pula menjulang tinggi. Kemudian Allah سبحانه وتعالى datang untuk memberi putusan di antara para hambaNya di dalam naungan awan dan datanglah para malaikat mulia, seluruh penghuni langit ﴾ صَفّٗا صَفّٗا ﴿ "berbaris-baris," yakni rapi baris demi baris. Setiap langit mendatangkan para ma-laikatnya secara berbaris-baris, yang meliputi semua yang berada di bawah mereka. Barisan-barisan ini adalah barisan penuh ketun-dukan dan merendah pada Yang Maharaja lagi Mahaperkasa. ﴾ وَجِاْيٓءَ يَوۡمَئِذِۭ بِجَهَنَّمَۚ ﴿ "Dan pada hari itu diperlihatkan Neraka Jaha-nam," digiring oleh para malaikat dengan belenggu. Bila semua hal ini terjadi, ﴾ يَوۡمَئِذٖ يَتَذَكَّرُ ٱلۡإِنسَٰنُ ﴿ "pada hari itu ingatlah manusia," akan kebaikan dan keburukan yang pernah dilakukan,﴾ وَأَنَّىٰ لَهُ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "akan tetapi mengingat itu tidak berguna lagi baginya," sudah terlambat dan waktunya sudah hilang. ﴾ يَقُولُ ﴿ "Dia mengatakan," seraya menyesali apa yang telah disia-siakan di sisi Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَٰلَيۡتَنِي قَدَّمۡتُ لِحَيَاتِي ﴿ "Alang-kah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini," yang kekal dengan amal baik. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا 27 يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلٗا 28 ﴿ "Dia berkata, 'Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan (yang lurus) bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku')." (Al-Furqan: 27-28). Dalam ayat ini terdapat petunjuk bahwa kehidupan yang layak dicari kesempurnaannya dan layak dicari kenikmatannya yang sempurna adalah kehidupan di dalam negeri abadi, karena itu adalah negeri yang kekal.