Al-A'raaf
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلضَّلَـٰلَةُ ۗ إِنَّهُمُ ٱتَّخَذُوا۟ ٱلشَّيَـٰطِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ ۳۰
(30) ﴾ فَرِيقًا ﴿ "Sebagian", dari mereka ﴾ هَدَىٰ ﴿ "diberiNya petun-juk", oleh Allah. Yakni Allah memberinya taufik kepada hidayah, memudahkan sebab-sebabnya bagi mereka, dan menepis pengha-lang-penghalangnya. ﴾ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلضَّلَٰلَةُۚ ﴿ "Dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka." Yakni mereka pasti akan sesat karena mereka sendiri yang melakukan sebab-sebabnya untuk diri mereka, karena mereka ﴾ ٱتَّخَذُواْ ٰٱلشَّيَٰطِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah." Barangsiapa menjadikan setan sebagai pelin-dung selain Allah, maka dia telah merugi dengan kerugian yang nyata. Manakala mereka berlepas diri dari perlindungan Allah dan masuk ke dalam perlindungan setan, maka mereka mendapatkan bagian kekalahan yang melimpah dan dijadikan bersandar kepada diri mereka, sehingga merugilah mereka dengan kerugian yang be-sar, padahal mereka mengira, ﴾ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ ﴿ "bahwa mereka mendapat petunjuk." Karena Hakikat perkaranya telah terbalik bagi mereka. Mereka mengira bahwa yang batil adalah benar dan yang benar adalah batil. Ayat-ayat ini mengandung dalil bahwa perintah dan larangan berinduk kepada hikmah dan kemaslahatan, di mana Allah menya-takan bahwa Dia tidak mungkin memerintahkan sesuatu yang keji dan diingkari oleh akal, dan bahwa Dia tidak memerintahkan ke-cuali yang adil penuh keikhlasan. Dalam ayat ini terdapat dalil bahwa hidayah akan didapatkan dengan karunia dan nikmat Allah, sementara kesesatan adalah jika Allah menelantarkan hamba, karena dengan kebodohan dan kezha-limannya dia menjadikan setan sebagai pelindung, dan dia menye-babkan kesesatan untuk dirinya sendiri, dan bahwa barangsiapa menduga dirinya di atas petunjuk padahal sebenarnya dia sesat, maka tidak ada udzur baginya (yakni udzurnya tidak akan diteri-ma), karena dia tetap berpeluang mendapatkan petunjuk, akan te-tapi dugaannya itu datang kepadanya hanyalah dari kezhalimannya dengan berpaling dari jalan yang mengantarkan kepada petunjuk.