Al-Haaqqa
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
وَإِنَّهُۥ لَحَقُّ ٱلْيَقِينِ ۵۱
(51) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَحَقُّ ٱلۡيَقِينِ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar kebenaran yang diyakini." Maksudnya, al-Qur`an merupakan urutan ilmu yang paling tinggi, karena urutan ilmu yang paling tinggi adalah al-Yaqin, yaitu ilmu yang tetap yang tidak goyah dan tidak pula sirna. Al-Yaqin itu memiliki tiga derajat. Masing-masing lebih tinggi daripada yang sebelumnya: Yang pertama, ilmul Yaqin, yaitu ilmu yang diambil dari kabar. Kemudian yang kedua, ainul Yaqin, yaitu ilmu yang dijangkau dari penginderaan mata. Kemu-dian ketiga, haqqul Yaqin, yaitu ilmu yang didapatkan dari rasa dan interaksi langsung. Al-Qur`an ini termasuk ke dalam kriteria yang ketiga ini. Sesungguhnya segala sesuatu yang di dalamnya terma-suk ilmu-ilmu yang dikuatkan dengan bukti yang pasti (qath'i) dan segala fakta di dalamnya serta pengetahuan yang bersifat imaniyah, bisa didapatkan oleh orang yang telah meraih haqqul Yaqin.